Konglomerat Media Ingin 'Sembunyi' dari Google
Jakarta - Konglomerat media, Rupert Murdoch berencana
'sembunyi' dari Google. Semua surat kabar online di bawah
perusahaannya, News Corp, ingin diatur agar tak bisa dilihat oleh
Google. Kenapa sih?
Rupanya, CEO News Corp itu menilai Google,
dan situs pencarian sejenis, telah mencuri konten. Menurut Murdoch,
seharusnya orang membayar untuk mendapatkan konten tersebut.
Murdoch
dilaporkan akan menambahkan aturan pada file robots.txt pada
situs-situsnya untuk mencegah Google dan kawan-kawan mengindeks konten
mereka. "Tidak cukup iklan di dunia ini untuk membuat semua website
untung. Kami memilih hanya memiliki sedikit pengunjung, namun
membayar," ungkapnya seperti dikutip detikINET dari Sky.com, Rabu (12/11/2009).
Murdoch
mencontohkan Wall Street Journal yang sudah menerapkan sistem
pembayaran bagi pembacanya. Dan ke depannya, ia akan melakukan hal
serupa untuk The Times dan Sunday Times.
News Corp adalah
konglomerat media no.2 terbesar di dunia setelah The Walt Disney
Company, menurut data 2008. Selain surat kabar, News Corp memiliki aset
online seperti MySpace, Hulu, IGN Entertainment, Rotten Tomatoes dan
lainnya.
Sumber : Detik




