Metode Sensor BlackBerry Bahayakan Keamanan Negara ?
Jakarta - Mulai 20 Januari 2010 RIM telah melakukan filtering web
porno menggunakan DNS Nawala, metode yang digunakan adalah DNS
Spoofing, yakni mengalihkan IP dari suatu web ke lokasi lain.
Terlepas
dari fungsinya yang bisa digunakan untuk tujuan positif seperti
memfilter web porno, terdapat sisi negatif yang patut diwaspadai. Metode
ini sebenarnya bisa dikategorikan sebagai metode kejahatan Internet
karena banyak digunakan oleh Hacker dengan memanipulasi data suatu
website.
Misalnya ada hacker yang berniat mencuri data nasabah
BCA di klikbca.com, maka pelaku tidak perlu menghack server BCA,
melainkan cukup dengan menyerang Nawala. Seandainya berhasil, langkah
selanjutnya adalah mengganti domain klikbca.com yang semula IP-nya
202.6.208.8 menjadi IP lain misalnya ke IP 202.154.176.66.
Jika
itu berhasil, bukan tidak mungkin hacker iseng di dunia maya ada yang
membuat tiruan klikbca.com dan mengambil data penting para penggunanya.
Hal
lain pun bisa terjadi pada situs penting negara sekaliber
www.presidenri.go.id. Di sini Hacker tidak perlu bersusah payah menghack
DNS server Presiden SBY yang lebih sulit karena dilindungi oleh firewall berlapis,
Hacker tersebut cukup menghack DNS Nawala yang tentunya pengamanannya
tidak seketat DNS Server Presiden SBY, dan setelah Nawala dihack maka
Hacker tersebut bisa mengarahkan web Presiden SBY ke tempat lain dan
mengganti tampilan website tersebut.
Kembali ke metode yang
digunakan oleh RIM, apakah RIM sudah melakukan analisa efek negatif yang
bisa ditimbulkan? Sudahkah RIM melakukan audit terhadap DNS Server
Nawala? RIM sudah seharusnya serius menangani masalah ini karena
pelanggan RIM tidak hanya rakyat biasa tapi juga Menteri, Pejabat Tinggi
Negara dan Presiden.
Penulis juga ingin mempertanyakan metode
yang digunakan oleh RIM ini Legal atau Illegal karena bisa memunculkan
tuntutan dari pengguna Blackberry terhadap kualitas layanan operator
seluler yang menyelenggarakan Blackberry di Indonesia.
Penulis adalah Irvan Nasrun selaku Praktisi TI dan Ketua Bidang Domain APJII. ( eno / eno )




